JAMBI, denyutjambi.com – Minimnya anggaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) Provinsi Jambi 2020 mendatang dikeluhkan oleh Bawaslu Provinsi Jambi. Hal ini diutarakan lembaga pengawas Pemilu ini saat menggelar pertemuan atau gathering dengan media di Jambi. Hadir lengkap unsur pimpinan Bawaslu Jambi, dan juga Sekretariat Bawaslu Jambi. Acara ini digelar, sebagai wadah Bawaslu untuk mendapatkan kritik dan saran jelang Pilkada Provinsi Jambi 2020 mendatang.

Pasalnya, jumlah anggaran yang disetujui DPRD sangat timpang jauh dengan yang telah diajukan Bawaslu.

Kordiv SDM dan Administrasi Bawaslu Provinsi Jambi Rofiqoh mengatakan, dari enam daerah termasuk Provinsi Jambi, hanya Kabupaten Bungo yang jumlah anggaran yang disetujui masuk akal. Selebihnya tidak masuk akal sama sekali.

“Provinsi Jambi, mengajukan anggaran itu 130 Miliar lebih tapi yang disetujui hanya 40 miliar. Ini turunnya jauh sekali, jika hanya ada pengurangan sekian persen dari yang kami ajukan sudah biasa ya. Wajar dan kami akan sesuaikan nanti dengan yang ada, tapi kalau terlalu jauh tentu sulit,” ungkap Rofiqoh.

Bukan hanya Provinsi, pengajuan anggaran Bawaslu Kabupaten 2020 nanti bernasib sama. Untuk Tanjab Barat sendiri, dari pengajuan Rp 11,2 miliar hanya disetujui Rp 4 miliar. Tanjab Timur pengajuan Rp 9,1 miliar disetujui Rp 3,7 miliar. Batanghari pengajuan Rp 8 miliar lebih belum ada jawaban hingga saat ini.

“Untuk Sungai Penuh dan Bungo bisa dibilang masih masuk akal cukup lah. Di Bungo yang aman mengajukan Rp13,5 miliar lebih disetujui Rp13 miliar. Sungai Penuh mengajukan Rp7,1 miliar lebih disetujui Rp 5 miliar, diatas 50 persen,” ungkap Rofiqoh.(rf)

SHARE

LEAVE A REPLY