JAMBI, denyutjambi.com – Purna penyelenggara Pemilu bersatu. Mereka berkumpul bersama untuk menyatukan visi dan misi dalam sebuah wadah yang diberi nama Jaringan Demokrasi Indonesia
(JaDI).

JaDI merupakan lembaga yang terdiri dari sejumlah mantan komisioner KPU dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). 
Lembaga ini didirikan untuk memperkuat demokrasi di Provinsi Jambi. Terutama, mendorong terlaksananya pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil (luber-jurdil), serta terwujudnya keadilan, integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Untuk membentuk wadah ini, dalam waktu dekat, tepatnya pada Rabu, 18 September 2019, lusa akan diadakan deklarasi yang bertempat di Hotel Golden Harvest Jambi. Keberadaan JaDI sekaligus untuk memperkuat demokrasi di Provinsi Jambi,” terang Ketua Presidium JaDI Provinsi Jambi, Nuraida Fitri Habi, Senin (16/9).

Dikatakan mantan anggota KPU Provinsi Jambi dua periode ini, lembaga yang juga dibentuk dari tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota ini memiliki sejumlah tujuan. Antara lain memperkuat pelembagaan demokrasi, mendukung sistem berintegritas untuk pemerintahan yang bersih, mengupayakan tercapainya keadilan sosial, ekonomi dan gender serta mendorong tata kelola pemerintahan yang baik dan melindungi hak asasi manusia dan pelestarian lingkungan.

Bertolak dari tujuan tersebut, JaDI memiliki sejumlah program seperti advokasi, pendidikan dan pelatihan, kajian atau riset, publikasi, pembangunan jaringan dan kerja sama, serta sejumlah kegiatan lain.

“JaDI Provinsi Jambi akan dideklarasikan langsung oleh Direktur JaDI Nasional, Juri Ardiantoro. Acara deklarasi akan kita rangkaikan dengan dialog interaktif untuk menyonsong Pemilukada Serentak 2020,” ujar dosen UIN Jambi ini.

Untuk deklarasi sendiri, kata ibu dua anak ini, sudah mencapai 90 persen. Menurut dia, hampir semua purna penyelenggara baik di tataran provinsi maupun kabupaten/kota terlibat dalam pembentukan JaDI ini. Sebut saja nama Asriyadi, mantan komisioner KPU Sarolangun yang bertindak selaku sekretaris di JaDI Jambi.

“Semua mantan komisioner baik KPU maupun Bawaslu sudah sepakat untuk mendeklarasikan JaDI ini, bahkan mereka tergabung semuanya dalam kepengurusan,” pungkas wanita ramah ini.(rf)

SHARE

LEAVE A REPLY