Kaya Mamfaat, Ternyata Tempe Juga Punya Sejarah Loh

52

JAMBI, Denyutjambi.com- Tempe menjadi makanan tradisional asli Indonesia yang kini dapat dinikmati dalam bayak varian. Riset tentang Tempe sudah rutin dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak 1980-an. Pada dekade sekarang, salah satu yang yang berhasil dilakukan LIPI adalah mengembangkan produk sari tempe kental manis yang berfungsi sebagai minuman fungsional yang menyehatkan dan bermanfaat bagi tubuh.

Secara umum, tempe sendiri merupakan salah satu bentuk penyajian olahan dari kacang kedelai. Tempe menjadi salah satu makanan tradisional Indonesia dan kini mulai mendunia. Tempe dibuat melalui proses fermentasi dengan menumbuhkan kapang Rhizopus sp pada kedelai yang telah dikuliti dan di masak sebelumnya.

Kedelai sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu makanan “super ” karena kandungan nilai gizi yang ada dalam setiap butir kedelai. Proses fermentasi yang terjadi dalam proses pembuatan tempe, telah meningkatkan kandungan nilai gizi pada kedelai dan membuatnya menjadi mudah dicerna sehingga zat-zat yang terkandung dalam kedelai akan terserap oleh tubuh dengan lebih mudah.

Sejak lama, tempe telah dikenal sebagai sumber protein nabati, vitamin, mineral dan asam amino essential. Tempe memiliki banyak keunggulan, mulai dari rasanya yang enak hingga kandungan-kandungan zat-zat yang penting bagi tubuh. Tempe setidaknya mengadungan protein tinggi dan mengandung 8 macam asam amino essensial. Kandungan lemak jenuh dan kolesterol pada tempe juga cukup rendah, nilai gizi tinggi termasuk kandungan vitafnin B12 pada tempe cukup tinggi.

Dibanding kedelai, tempe juga mudah dicerna karena tempe telah mengalami proses fermentasi dalam pembuatannya. Sehingga zat-zat yang terkandung dalam tempe akan lebih maksimal memberikan manfaat kepada tubuh.

Tempe juga dikenal dengan kandungan isoflavon yang berperan sebagai antioksidan, antikanker, antiosteoporosis, dan hipokolesteolemik. isoflavon dalam tempe juga berperan sebagai anti penuaan dini, memperlambat masa menopause pada wanita dan dapat mengatasi masalah-masalah akibat menopause secara umum. Tempe juga dikenal dengan kandungan mineral. Terutama kalsium.

Meski demikian, tempe memiliki sejumlah kelemahan. Tempe termasuk dalam bahan pangan yang mudah rusak. Daya tahan tempe hanya mampu bertahan kurang lebih selama 72 jam pada suhu kamar. Kerusakan yang terjadi pada tempe disebabkan oleh aktivitas enzim proteolitik yang mendegradasi protein menjadi ammonia. Sehingga salah satu ciri tempe yang sudah rusak adalah dari aroma atau bau yang tidak sedap karena aktifitas enzim proteolitik tersebut. Biasanya tempe yang baik ditandai dengan warna tempe yang putih bersih.(*/Nora Amelia Putri)

SHARE

LEAVE A REPLY