JAMBI, denyutjambi.com – Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim (Stikba) Jambi menjajaki jalinan kerjasama dengan pihak Jepang yakni Daniel Institute, dalam bentuk pendelegasian Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang kesehatan, baik dalam tahap belajar maupun bekerja.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Stikba Jambi Filius Chandra, Rabu (21/11/2018). Filius menuturkan kerjasama tersebut telah sampai tahap akhir sebelum penandatangan kesepakatan atau MoU kedua belah pihak. Dikatakan Filius, ia bersama tim Stikba Jambi telah diundang langsung oleh Danile Institute ke Jepang beberapa waktu lalu, dengan biaya ditanggung oleh pihak Jepang.

“Ya Alhamdulillah saya baru saja pulang dari Jepang membahas terkait kerjasama itu. Tentu saya selaku pimpinan Stikba menyambut baik hal ini. Sambutan pihak Jepang pun sangat baik, bahkan semua akmodasi ditanggung pihak Jepang”, kata Filius.

Tidak hanya Stikba, dalam pertemuan tersebut dikatakan Filius, pihak Jepang meminta dirinya sebagai Ketua Stikba Jambi dan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Jambi, untuk memfasilitasi mencari SDM berkualitas di Perguruan Tinggi Kesehatan laiinya yang ada di Jambi, untuk terlibat dalam program kerjasama ini.

Filius melanjutkan, saat ini pihak Daniel Institute Jepang sangat membutuhkan SDM Indonesia dibidang kesehatan yang tentu memiliki kualitas standar yang mumpuni, untuk mengenyam pendidikan di Jepang dan akhirnya dapat bekerja secara profesional di berbagai instansi kesehatan yang ada di Jepang.

Menurut Filius, kerjasama ini tentu sangat menguntungkan tidak hanya bagi Stikba, namun juga secara keseluruhan bagi mahasiswa kesehatan yang ada di Jambi. Ia berharap kedepan program ini dapat melibatkan Pemerintah Daerah dalam banyak hal.

Sementara itu diakui Filius, kerjsama ini terjalin selain atas dasar pergaulan dan jaringan yang ada, juga membuktikan bahwa Stikba Jambi memiliki kualitas yang mumpuni dalam melahirkan SDM yang berkualitas, terutama dibidang kesehatan. Saat ini memang dalam kurikulum perkuliahan di Stikba, terdapat pendidikan bahasa Jepang.

Kedepan ia berharap, peluang ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh para mmahasiswa khusunya Stikba, untuk dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Ia juga menuturkan keuntungan bekerja di Jepang, diantaranya dapat meningkatkan kualitas kelimuan, etos kerja, pola pikir dan akhirnya finansial yang baik.(*)

SHARE

LEAVE A REPLY