KUALATUNGKAL, denyutjambi.com – Pemilihan Anggota Legislatif 2019 menghadirkan banyak wajah-wajah baru dan wajah-wajah muda. Ini agaknya menjadi tren tersendiri di alam demokrasi dalam beberapa tahun terakhir, di mana anak muda mulai turun gelanggang untuk ikut dalam kontestasi politik.

Hal ini memiliki dampak cukup baik, di mana sebagian besar pengamat menilai, kelompok anak muda memiliki inovasi dan semangat yang lebih besar untuk membangun daerah.

Dari sekian banyak anak muda Jambi yang ikut turun menjadi calon anggota legislatif adalah Suheri, pria kelahiran Teluk Kempas Desa Kempas Jaya, Kecamatan Senyerang ini menyebut sejak lama punya komitmen untuk ikut memajukan daerah lewat lembaga pemerintahan, di antaranya di lembaga legislatif.

Suheri yang juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tanjung Jabung Barat periode 2011 – 2016 ini maju menjadi Calon Anggota DPRD Tanjung Jabung Barat, dari daerah pemilihan (Dapil) Tanjab Barat 5, Kecamatan Pengabuan dan Senyerang, lewat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) nomor urut 1.

Suheri kepada media ini niat dia maju dalam kancah politik ini, menyebut ada banyak pekerjaan rumah yang masih harus diperjuangkan, baik di Kecamatan Pengabuan maupun Senyerang.

“Mulai dari infrastruktur, kemudian pengembangan ekonomi kreatif seperti industri kecil dan menengah, kesejahtraan para guru ngaji, guru madrasah dan pesantren itu semua bisa dikembangkan melalui kebijakan di pemerintah kabupaten dan diperjuangkan lewat lembaga legislatif,” katanya.

Menariknya, Kang Hery sapaan akrabnya, hadir dalam kancah politik Jambi juga mewakili para santri, karena Kang Hery memang dididik selama enam tahun di pesantren.

Diketahui, selama enam tahun Kang Hery ditempa di salahsatu Pondok Pesantren di Kabupaten Madiun. Bahkan telah memimpin beberapa organisasi pemuda dan keagamaan di Kabupaten Tanjab Barat ini.

“Sebagai santri, tentu saya ingin mewarnai DPRD dengan nuansa pesantren dan bisa memberi manfaat lebih untuk pesantren,” tuturnya.

Pemuda yang pernah menjabat sebagai General Manager Harian Pagi Radar Tanjab ini mengatakan sebagai orang lapangan sudah biasa baginya turun ke lapangan untuk mendekatkan diri kepada masyarakat.

Menurutnya, caleg itu bagian dari membela kepentingan rakyat kecil. “Berbuat langsung dengan anaggaran kemudian membawa aspirasi untuk kebutuhan hajat orang banyak,” ujarnya.

Menurut dia, kalau saat menjadi wartawan hanya sebatas fungsi kontrol saja, sedangkan menjadi anggota dewan bisa lebih luas lagi peranannya. “Sebenarnya samo, samo-samo berfungsi untuk mengontrol, tapi kalau anggota dewan bisa lebih luas lagi, bisa membatasi kebijakan yang merugikan rakyat,” terangnya. (djc2)

SHARE

LEAVE A REPLY