JAMBI, denyutjambi.com – Anggota DPR RI H Bakrie dituding melakukan penyerobotan tanah oleh warga RT 23 kelurahan Sungai Putri kecamatan  Danau Sipin. Bahkan persoalan ini sempat diupayakan mediasi oleh RT setempat namun dari pihak H Bakrie sama sekali tidak mengutus perwakilan dalam penyelesaian sengketa lahan tanah tersebut.

“Tanah itu sebelumnya telah dihibahkan untuk jalan, yang jadi persoalan setengah meter tanah tersebut diakui H Bakrie tanah miliknya,” ungkap Raden Edi.

Dan saat ini dilapangan tanah tersebut sudah dipatok bahwa merupakan tanah untuk bagian jalan, namun H Bakrie bersikeras mengakui tanah itu telah menjadi miliknya.

Menurut Edi dari awal dirinya tahu persis posisi tanah tersebut. Dan secara jelas dari pihak pertanahan sudah memberi patokan,namun patokan itu telah dicabut sehingga tidak ada lagi batasan yang jelas.

“Kami minta pak H Bakrie membuka batas pagar yang telah memakan tanah jalan sebanyak setengah meter,sehingga dalam hal ini tidak ada pihak yang dirugikan,karena itukan tanah yang diperuntukan jalan umum,” ungkap Edi diamini Ny Rubiah.

Dikatakan Edi secepatnya persoalan ini harus diselesaikan terlebih lagi H Bakrie merupakan figur yang pro terhadap kepentingan rakyat,harus merespon apa yang menjadi keinginan warga yang mana tanah atau batas tanah yang diakui sebagai miliknya harus dikembalikan untuk kepentingan jalan umum. bahkan mediasi untuk menyelesaikan persoalan batas tanah ini H Bakrie sendiri tidak bersedia hadir.

“Jika secara mediasi H Bakrie bersikeras mengakui itu tanah jalan  bagian dari tanahnya,maka kami akan memproses persoalan ini ke pihak terkait biar lebih jelas,” paparnya.

Terpisah, mantan demonstran gaek Tajri Danur juga mengomentari apa yang telah dilakukan oleh Wakil Rakyat yang seharusnya menjadi panutan serta menyampaikan aspirasi rakyat. Dia mengatakan, apa yang sudah dilakukan oleh H. Bakrie ini adalah salah, karena ini adalah tanah wakaf, yang sudah dihibahkan untuk jalan masyarakat.

“Saya sangat kecewa sekali dengan apa yang sudah dilakukan oleh H. Bakrie ini. Saya minta tolong diselesaikan, karena ini adalah tanah wakaf, bukan tanah pribadi. Kalau tidak diselesaikan, ya kita sebagai umat muslim tau bahwa azab itu sangat pedih,” pungkasnya. (djc1)

SHARE

LEAVE A REPLY