Jambi, denyutjambi.com – Octo Vianus, Pemilik jasa eskpedisi Ganesha Jaya Raya yang menerima order dari pemilik barang telah divonis oleh pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur dengan kurungan penjara 1 bulan 15 hari. Atas dakwaan tersebut, Octo melalui kuasa hukumnya mengajukan banding atas perkara tersebut.

Pengajuan banding tersebut dibuktikan dengan adanya akta permintaan banding pada Senin 27/08/2018 dengan nomor 11/Akta.Pid/2018/PN.Tjt. Bukan hanya itu, banding yang diajukan ke Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur tersebut, karena dinilai dakwaan yang diterima tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

“Vonis yang diberikan Pengadilan Negeri Tanjung Jabung Timur saya nilai terdapat kekeliruan. klien saya hanya sebagai jasa ekspedisi, tetapi dari putusan dianggap sebagai penadah. Sementara, pemilik barang 612 koli barang elektronik berupa camera Canon EOS M3 dan HP Xiomi 4a dan Note 4x, Cuandri malah tidak ditangkap meskipun sudah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO),”ungkap Octo melalui kuasa hukumnya Sahala Panjaitan, Senin (27/08/2018) malam.

Ditambahkan Sahala, Untuk memperjelas perkara ini pemilik barang harus ditangkap.“ kita ingin pemilik barang ditangkap biar jelas terang benderang. Aparat Kepolisian untuk menangkap pemilik barang sebenarnya tidak susah, teroris saja dengan mudah bisa tertangkap,” tambahnya lagi.

selain itu, Sahala juga menjelaskan bahwa banding ini juga bertujuan ingin membuktikan bahwa kliennya, Octo Vianus merupakan korban kriminalitas.

“klien saya baru melakukan kerja sama dengan Cuandri itu baru dua kali, yang pertama itu berjalan dengan lancar. Sedangkan, untuk kerjasama kedua Cuandri hanya melalui via telpon. Cuandri meminta klien saya menjemput barang sesuai dengan tempat yang ditentukan dengan manifest terlebih dahulu dari pada barang yang mau dibawa kegudang. Pas mau melakukan pemuatan polisi langsung menangkap klien saya,”ungkap Sahala.

Sedangkan Cuandri pemilik barang yang berada dilokasi saat penangkapan kliennya malah tidak ditangkap.

“Klien saya baru mau melakukan pengecekan barang dilokasi penjemputan malah ditangkap, sedangkan Cuandri yang juga berada di lokasi muat barang malah tidak ditangkap,” pungkas Sahala. (djc1)

SHARE

LEAVE A REPLY