JAMBI, denyutjambi.com – Maju sebagai wakil rakyat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bukanlah perkara yang mudah. Pasalnya banyak sekali pertimbangan harus dipirkan secara matang. Terlebih lagi sekarang ini banyak perkara hokum yang terjadi di Gedung DPRD dan tidak lain dan tidak bukan yang mencoreng nama baik itu adalak oknum wakil rakyat itu sendiri.

Namun demikian, dengan sekelumit permasalahan di Gedung DPRD khususnya di Provinsi Jambi tersebut, tentunya akan menjadikan sebuah pelajaran bagi calon wakil rakyat lainnya yang akan maju dan bertarung pada Pemilihan Legislatif pada 2019 mendatang.

Misalkan saja Ryan Afriyanto, sosok pemuda yang akan maju pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Sekelumit permasalahan yang terjadi di Gedung DPRD Provinsi Jambi tidak menjadikan dirinya untuk menyurutkan niatnya maju pada Pemilihan Legislatif 2019 mendatang. Akan tetapi merupakan sebuah tantangan bagi dirinya untuk merebut kembali aspirasi rakyat.

“Memang untuk merebut kembali aspirasi serta kepercayaan rakyat itu bukanlah hal yang mudah. Namun ini akan menjadikan tantangan tersendiri bagi saya. Dan saya harus mencoba keberuntungan ini,” sebut Ryan.

Terkait dengan Partai apa yang akan menjadi perahu untuk menghantarkannya ke Gedung DPRD Provinsi Jambi, Ryan menjawabnya dengan gamblang. Saya akan maju melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

“Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah Partai nya anak muda masa kini. Selama ini yang kita tahu kan banyak partai-partai besar yang hanya memiliki suara di parlemen. Namun untuk kali  paradigma ini harus kita rubah. Tidak selalu partai besar yang bisa menghasilkan karya yang besar pula,” cetus Ryan.

Sosok pemuda kelahiran 33 tahun silam, yang saat ini menggeluti dunia hukum (Advokat) yang juga alumni dari Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB) yakin dan optimis untuk terjun kedunia Politik. Meski belum matang untuk mempelajari dunia Politik Jambi, sedikit banyak pengalaman yang selama ini saya ketahui, insyaallah itulah yang membulatkan tekad saya untuk maju pada Pesta Demokrasi 2019 mendatang.

“Hidup itu adalah tantangan. Jadi mau tidak mau, semua itu harus kita lalui, meskipun berat. Jadi semua itu harus dijalani, kalau tidak dijalani kita tidak akan tahu bagaimana proses perjalanan hidup ini,” paparnya seraya menghimbau para kawula muda untuk tetap terus optimis dalam mengarungi perjalanan hidup ini.

Selain itu, Ryan sendiri memiliki visi tersendiri sebelum memantapkan dirinya untuk maju pada pesta akbar demokrasi 5 tahunan ini. “Keinginan saya untuk menjadi seorang Legislator yakni ingin menggerakkan kembali gerakan sadar akan hukum. Sesuai dengan asas hukum yakni menciptakan ketertiban. Tidak hanya itu, kita juga akan memperbaiki citra jelek DPRD Provinsi Jambi dimata masyarakat, terlebih pasca kasus “SUAP” pengesahan APBD Provinsi Jambi tahun 2018 serta OTT KPK 27 November 2017 lalu,” papar putra dari pasangan Prannoto dan Gustina Agung Sinaga ini.

Kemantapan dirinya untuk maju pada pesta akbar demokrasi 5 tahunan ini, tentunya banyak sejumlah tokoh elit partai politik lainnya yang memeriahkan pesta demokrasi ini. Namun itu tidak menjadikan dirinya gentar untuk menghadapi para tokoh elite politik tersebut.

“Soal menang atau kalah itu adalah hal bisa dalam sebuah pertarungan. Namun bagi diri saya jika sudah berlayar maka pantang untuk putar haluan. Dan ini merupakan pedoman hidup seorang petarung sejati,”

Terakhir hanya sekedar sedikit masukan, untuk saat ini memang citra wakil rakyat yang duduk di Parlemen sedang tercoreng baik itu ditingkat Provinsi (DPRD) maupun ditingkat pusat (DPR –RI). Sudah saat sekarang wakil rakyat baik itu yang sedang menjabat ataupun yang akan mengikuti pesta demokrasi 5 tahunan ini untuk mengembalikan marwahnya kembali dan merebut kembali hati rakyat. Tidak hanya itu, pengetahuan akan hukum sedikit banyak harus diketahui, agar dalam mengambil kebijakan tidak berujung pada proses hukum.

“Ini hanya sekedar masukan atau sedikit saran. Dan ini semata-mata untuk kemajuan bersama,” pungkas Ryan. (djc1)

SHARE

LEAVE A REPLY