KUALA TUNGKAL, denyutjambi.com – Belum digantinya rugi dari Proyek normalisasi yang berkedudukan di Parit Cikpah, Parit Mursid Kecamatan Senyerang, menuai persoalan. Di lokasi ini ada 3.850 panjang galian normalisasi yang dikerjakan oleh PT Beringin Citra Lestari Tiga ketua RT setempat yang dilibatkan dalam pekerjaan mengaku tidak menerima gaji.

Ketiga ketua RT yang dimaksud yakni, RT 14 Parit Mursid, RT 15 dan RT 16 Parit Cikpah.

“Kita tidak memiliki banyak tuntutan. Kita hanya menuntut apa yang dijanjikan terutama sekali ganti rugi tiang listrik yang kesenggol sewaktu pekerjaan penggalian kemaren‎. Sebab pernah diucapkan akan diganti,” ujar Hanafi, Ketua RT 14 Parit Mursid.

Hanafi menjelaskan, beberapa RT juga dilibatkan selama pekerjaan, termasuk juga jaga malam di lokasi pekerjaan. Hanya saja, Hanafi mengaku belum menerima pembayaran dari pengelola di lapangan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua RT 15 Lapis Cikpah, dan RT 16 Cikpah dan RT 11. Mereka mengaku belum menerima pembayaran sebagaimana yang pernah dijanjikan oleh pihak rekanan.

Sementara itu, Kordinator Lapangan proyek normalisasi, Purwanto menyebut, bahwa uang jalan dan jaga malam sudah dibayarkan semua.

“Jadi yang belum dibayar uang apa lagi. Saya mohon yang bersangkutan hubungi atau temui saya langsung,” terang Purwanto.

Terpisah, Camat Senyerang, M Riza Fahlevi mengaku kecewa dengan pihak rekanan yang tidak melapor saat pekerjaan dimulai. Reza mengaku tidak mengetahui dimana saja lokasi proyek normalisasi tanggul tersebut.

“Infonya ada 15 kilometer, tapi dimana saja saya tidak tahu. Jangan sudah ada masalah kayak gini, baru saya diberi tahu,” ungkap kesal Riza Fahlevi. (djc3)

Reporter: Misdi Dancik

SHARE

LEAVE A REPLY