KUALATUNGKAL, denyutjambi.com — Setelah Riano ditetapkan sebagai tersangka Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kab. Tanjabbar, H. Udin angkat bicara.

“ditetapkannya status tersangka kepada beliau (Riano) kami merasa sangat prihatin, mungkin ini musibah apa gimana. Kita harap beliau tetap tegar menghadapi semua ini, ikutilah proses hukum seperti apa,”harap H. Udin, Rabu (13/9/2017).

Dengan ditetapkannya Riano sebagai tersangka, BK DPRD Tanjab Barat sudah mengadakan rapat internal dan rencananya akan memanggil semua saksi pelapor.

“kami mengadakan rapat internal didampingi staf ahli, terus nanti Jumat pagi kita panggil semua saksi pelapor. Itu ada enam elemen saksi pelapor, ada dari FPI, Ormas dan sebagainya. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Polres, yang jelas Jumat pagi kita akan panggil semua saksi itu. Seterusnya kita ikuti tata beracara itu secara profesional,” ujarnya

Ditambahnya lagi, kalau kasusnya sudah dilimpahkan dari kejaksaan ke pengadilan dan statusnya berubah menjadi terdakwa maka kita akan memberhentikan sementara dan uang tunjangan-tunjanganya akan kita hilangkan.

“Yang ada hanya uang persentatip dan tunjangan keluarga sesuai peraturan pemerintah. Sekarang masih statusnya tersangka masih ada hak dia,” tambahnya.

Di tempat terpisah Ketua DPRD Kab. Tanjabbar, Faizal Riza saat ditemui awak media mengatakan, pada dasarnya DPRD menghargai proses hukum yang saat ini sedang berlangsung dengan ditetapkan dan ditahannya saudara Riano sebagai tersangka.

Ketika ditanya terkait adanya isu, kalau Riano mengirim surat agar ditangguhkan penahanannya, Faizal Riza membenarkan hal tersebut.

“Memang beliau menyampaikan satu surat untuk memohon kepada ketua, karena ini lembaga maka kita harus memutuskan bersama. Dalam rapat kami, saya sebagai pimpinadn DPRD dan anggota menolak permintaan penangguhan penahananya. Karena kasus ini sifatnya pribadi,” tutupnya.(djc3)

Reporter: Misdi Dancik

SHARE

LEAVE A REPLY