JAKARTA, denyutjambi.com  – Pembantaian muslim Rohingya yang dilakukan oleh Pemerintah Myanmar membuat FKPMJ JAYA (Forum Komunikasi Pemuda Muaro Jambi Jakarta Raya) angkat bicara.

“Di dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan dengan jelas bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan atas dasar apapun juga tidak bisa di benarkan,”ungkap Ketua Umum FKPMJ JAYA Al Muttaqin.

Al Muttaqin yang pernah menjadi Pengurus Besar HMI 2010-2012 ini juga tragedi kemanusiaan ini sudah berlangsung sejak lama, dilakukan secara terstruktur dan massif  tanpa ada solusi kongkrit dan tindakan nyata dari Pemerintah Myanmar untuk segera mengakhirinya dan terkesan ada pembiaran.

“Pembantaian massal Etnis (Genosida) yang dilakukan oleh Umat Budha dan Junta Militer Myanmar terhadap Etnis Muslim Rohingnya tidak bisa di tolerir begitu saja tanpa ada solusi kongkrit dan penyelesaian yang jelas, apabila tidak segera di selesaikan dengan baik maka akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup umat beragama di Indonesia karena di Indonesia juga banyak penganut agama budha. Dan bisa menjadi pemicu konflik horizontal antara mayoritas Penganut agama Islam dan penganut agama budha di Indonesia,”tambahnya lagi.

Atas pembantaian muslim Rohingya di Myanmar, Maka FKPMJ JAYA membuat pernyataan sikap sebagai berikut:

  1. Meminta perhatian serius serta langkah tegas dari Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif melalui organisasi ASEAN mendesak Pemerintah Myanmar segera mengakhiri krisis kemanusiaan tersebut.
  2. Mendesak pemerintah Myanmar melalui Duta Besar Myanmar untuk Indonesia segera menghentikan segala bentuk kebiadaban, pembantaian massal etnis (Genosida) yang dilakukan oleh para bikhsu dan Junta Militer terhadap Etnis Muslim Rohingya.
  3. Mendesak pemerintah Inďonesia segera memutuskan hubungan diplomatik dengan pemerintah Myanmar. Dengan cara mengusir Dubes Myanmar untuk angkat kaki dan keluar dari Indonesia dan menarik Dubes Indonesia keluar dari Myanmar.
  4. Meminta badan Internasional PBB yang bergerak di bidang pengungsi, United Nations High Commissioner Of Refugees (UNHCR) segera bersikap terkait nasib pengungsi Rohingnya di berbagai Negara.

 

  1. Meminta agar bikhsu ashin Wirathu dan semua bikhsu serta junta militer yang terlibat di seret ke Mahmkamah Internasional dengan tuduhan kejahatan kemanusiaan.
  2. Meminta PBB mencabut Nobel Perdamaian yang di raih Aung san Suu kyi karena sudah dianggap menciderai semangat perdamaian dunia dan melakukan pembiaran terhadap krisis kemanusiaan yang terjadi dan pembantaian Massal Etnis (Genosida) terhadap Etnis Muslim Rohingnya.

Demikianlah pernyataan sikap dari FKPMJ JAYA (Forum Komunikasi Pemuda Muaro Jambi Jakarta Raya)

Almuttaqin Ketua Umum

Zaenal Tirto Sekretaris Jenderal. (djc2)

 

Reporter: Ahmad Zain

SHARE

LEAVE A REPLY