KOTA JAMBI, denyutjambi.com – Kamis sore, (3/8) gudang garam milik PT Onoda Garam di Jalan Kolonel Polisi M Taher, Talang Banjar, Kecamatan Jambi Selatan digerebek jajaran Polda dan Polresta Jambi.

Diduga, ratusan ton garam tersebut sengaja diubah dari garam industri ke garam rumah tangga, seiring mahalnya harga garam rumah tangga di Jambi saat ini.

Penggerebekan yang langsung disaksikan Kapolda Jambi Brigjend Pol Priyo Widyanto ini berhasil menemukan ratusan ton garam industri yang dijual untuk konsumsi (rumah tangga) dengan merk segitiga “G” yang diproduksi PT Onoda Garam Jambi.

Sementara menurut Kapolda, penggrebekan ini berawal dari kecurigaan masyarakat setempat yang kemudian melaporkan ke pihak kepolisian. Dalam penggrebekan di gudang tersebut, petugas menemukan 100 ton kemasan garam siap edar.

“PT Onoda Garam Jambi ini memiliki stok garam industri, namun mahalnya garam di Jambi dimanfaatkan oleh perusahaan dengan mengubah garam industri dikemas garam konsumsi untuk rumah tangga,” ungkapnya.

Menurutnya, garam industri miliki PT Onoda Garam Jambi itu merupakan garam impor dari PT Garindo Sejahtra Abadi. Atas temuan ini, pihaknya bersama BPOM jambi mengambil beberapa sempel untuk diuji ke labor guna mengetahui kandugan garam industri tersebut.

Saat dilakukan penggrebekan terdapat beberapa pekerja yang tengah sibuk mengemas garam dengan ukuran dua macam tersebut. “Untuk kepentingan penyelidikan, sejumlah orang telah di bawa ke Polresta Jambi untuk dimintai keterangannya,”terangnya

Usai penggerebekan gudang sekaligus tempat pengemasan garam itu telah diberi garis polisi oleh petugas. Untuk diketahui garam industri merupakan garam yang digunakan untuk bahan baku industri. Adapun garam industri meliputi garam untuk industri kimia, industri aneka pangan, industri farmasi, industri perminyakan, industri pengolahan air, dan industri penyamakan kulit.

Kandungan Natrium Klorida (NaCl)-garam induatri dan kosumai pun beda. Untuk garam industri lebih dari 97 persen, sedangkan garam konsumsi rumah tangga kurang dari 97 persen. Jadi garam industri lebih asin rasanya. (djc1)

Reporter: Rakhmad Fadhillah

SHARE

LEAVE A REPLY