JAMBI,denyutjambi.com – Itulah yang menjadi filosofi hidup manusia. Seburuk-buruknya masa lalu, tentu kita juga akan menatap masa depan. Namun untuk bisa menatap masa depan tersebut sudah pasti banyak rintangan yang akan kita hadapi.

“Kita harus tetap optimis untuk bisa menatap masa depan yang sudah menanti. Namun semua itu butuh perjuangan yang tidak mudah. Karena kebaikan apapun itu yang akan kita lakukan sudah pasti dinilai tidak baik bagi orang yang tidak senang dengan kemajuan dan kesuksesan kita,” jelas pemuda asal Kabupaten Sarolangun.

Untuk menatap masa depan tersebut tentunya kita tidak bisa seorang diri, kita pasti akan membutuhkan yang namanya pendamping hidup.

“Kita tidak bisa menentukan apakah kita bisa menatap masa depan kita dengan mudah. Sudah pasti akan banyak rintangan yang akan kita hadapi. Terlebih lagi, dalam memilih pendamping hidup kita kelak. Semua itu butuh proses yang panjang,” jelas Agi Sukmawan pemuda kelahiran 23 tahun silam.

Kalau bicara masa lalu lanjut Agi, tentu semua orang punya masa lalu baik atau buruk dan sudah pasti pula semua orang akan menatap masa depan yang akan ditujunya.

“Ini tentunya akan menjadi masalah bagi orang yang tidak respect denga kemajuan kita. Karena mereka akan terus mengungkit masa lalu kita yang telah berlalu. Namun, apabila kita tetap optimis dan teguh pada pendirian kita, insyaallah masa depan tersebut sudah menanti kita,” sebutnya.

Selain itu, bukan saya bermaksud untuk menyombongkan diri, memang umur saya masih seumur jagung dan belum banyak pengalaman tentang kehidupan. Namun, segenap kata yang saya utarakan ini, hanyalah untuk memberi motivasi semata, terutama kepada kawula muda.

“Meskipun kata-kata tersebut berasal dari anak kecil sekalipun, asalkan tujuannya baik dan bermanfaat bagi kita, tidak ada salahnya. Yang jelas semua orang pasti menginginkan untuk bisa menatap masa depan mereka dengan penuh kebahagian,” pungkas Agi Sukmawan. (djc3)

 

SHARE

LEAVE A REPLY