KOTAJAMBI, denyutjambi.com – Gagal berangkat untuk mengikuti Kejuaraan Asean Championship pada tanggal 24-25 Maret di Malaysia mendapat respon dan tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari Hirwan Sari yang tak lain adalah orangtua dari Ely Anisa (16) tahun itu.

Menurut Hirwan, waktu mengikuti Seleksi Nasional (Seleknas) dari 52 orang lulus 12 orang, 6 orang diberangkatkan ke kejuaraan di Kazakhstan dan 6 orangnya diberangkatkan ke Malaysia.

Dari pihak pusat meminta rekomendasi untuk KONI Jambi membuat paspor di Imigrasi Jambi untuk atlet taekwondo ini diberangkatkan ke kejuaran di Malaysia.

Saat kepengurusan Imigrasi di Jambi malah yang terjadi dipersulit, karena ada kesalahan nama Ely di Kartu Keluarga (KK).

“Saya ini mempunyai istri dua, kalau saya membuat dua KK nanti melanggar UU. Di KK saya nama Ely benar tapi di KK ibunya salah, ini yang membuat pembuatan paspor dipersulit,” ucap Hirwan saat dikonfirmasi, Kamis (23/3/17).

Berita Terkait: Imigrasi Tak Terbitkan Pasport, Atlit Asal Jambi Ini Gagal Ikuti Kejuaraan Asean Championship di Malaysia

Dalam kepengurusan paspor ini juga sudah diurus melalui PBTI tetapi tetap tidak digubris, akhirnya dicoba pindah domisili untuk kepungurusan di tempat ibunya.

“Perpindahan domisili ini dari Jambi ke Bangka Belitung untuk pembuatan paspor, nanti setelah selesai baru pindah ke Jambi,” paparnya.

Ia juga menjelaskan kalau kepengurusan surat ini sudah ada rekomendasi dari ketua KONI Jambi.

“Rekomendasi dari KONI Jambi juga tetap tidak digubris, saya mau minta ketemu kepala Imigrasi tidak bisa. Saya yakin kalau bisa ketemu kepala imigrasi akan diambil kebijakan, karena anak saya ini membela negara Indonesia dan Provinsi Jambi,” sesalnya dengan penuh kekecewaan.

Kemudian, dia juga mengatakan sangat menyesalkan atas kejadian ini, karena dia takut hal ini akan berdampak terhadap mental anaknya. Apalagi anak saya ini nantinya disiapkan untuk mengikuti PON di Papua 2020 mendatang.

Ia juga berharap kepada pemerintah dan pihak-pihak terkait agar hal serupa tidak terjadi kembali.

“Niat saya dan anak saya ini hanyalah untuk membanggakan negara Indonesia dan Provinsi Jambi tidak ada niatan lain, semoga kejadian serupa tidak terjadi kembali,” katanya. (djc2)

Reporter: Ahmad Zain

LEAVE A REPLY