MERANGIN, denyutjambi.com – Hari kedua perjalanan Tim IPHD Merangin, sabtu 28 januari 2017 dalam rangkaian roadshow lima desa yakni, Birun, Tiaro, Lubuk Beringin, Durian Rambun. Dalam perjalanan diiringi salju hujan rintik yang tak kunujung reda. Jalan licin berkelok menjadi pengiring perjalanan.

Untuk kesekian kalinya menyusuri jalan yang sama semenjak Loka Karya Pra Program 28 Agustus 2016 bersama stakeholder di Kabupaten Merangin.

Program kemakmuran hijau terus bergulir, dengan memberdayakan masyarakat di lima Desa tersebut agar mampu memanfaatkan hasil hutan tanpa merusaknya.

Biji kepayang

Pelatihan pengolahan minyak kepayang, yang merupakan rangkaian dari kegiatan penguatan Kelompok Pengelola Kepayang di lima desa. Dalam kegiatan tersebut terlihat antusias para peserta. Karena setiap peserta diajarkan menggunakan alat hingga bisa memproduksi minyak kepayang yang layak konsumsi dan layak jual.

Sejarah nenek moyang terdahulu mengolah buah kepayang menjadi minyak yang sudah menjadi kenangan. Melalui program ini kami mengangkat kembali nilai sejarah sehingga bisa menjadi hal yang baru dan seksi.

Mengingat dampak penggunaan minyak sawit yang tak selalu baik, minyak kepayang menjadi solusi alternative yang ramah lingkungan.
Seperti yang dikatakan oleh Eko Waskito atau yang akrab disapa eko buce’, dia mengatakan kandungan omega 3 dari minyak kepayang memiliki nilai tertinggi di antara semua minyak, bahkan minyak ikan sekalipun. Untuk itu dalam pengembangan ekonomi alternatife ini juga harus digulirkan dari hulu sampai hilir, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal.

“Inilah yang akan kita kedepankan nantinya. Selain itu juga bisa meningat kembali sejarah yang telah lama hilang,” jelas Eko.

Sementara itu, Pelatih Dr. WafiT Dinarto, MSi, yang merupakan dekan fakultas agroindustri Universitas Mercu Buana Yogyakarta, berjibaku dari desa ke desa menyampaikan materi tentang pengolahan minyak kepayang. Dia mengatakan Desa memiliki sumber potensi yang sangat luar biasa, tetapi itu juga harus diiringi dengan peningkatan kapasitas potensi manusianya, tambahan Regulasi dan Implementasi UU Desa No. 6 Tahun 2014 di tingkat lokal juga harus seiring sejalan dengan pengelolaan Sumber Daya Alam yang ada, salah satunya kepayang dan kopi jahe yang juga dapat membantu kemanfaatan ekonomi rumah tangga di 5 Desa.

Potensi Kepayang saat ini di beberapa wilayah di kabuoaten Merangin yang hampir menuju kepunahan, yang diakibatkan tidak adanya perhatian dan terkelola secara masif, yang menyebabkan salah satu faktor melemahnya semangat komunitas masyarakat untuk mengelola menjadi minyak goreng alternative.

“Untuk itu kita butuh perhatian dari pemerintah agar banyak pihak untuk memanfaatkan komoditi lokal ini menjadi daya gedor dan daya tarik masyarakat untuk kemabli mengembangkannya, sehingga ini juga membantu kerja dan program pemerintah dalam menciptakan masyarakat desa yang mandiri dan berkemauan untuk meningkatkan pendapatan ekonominya secara perlahan,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam proses pelatihan ini juga dapat memberikan transformosi dan berbagi pengetahuan terkait dengan penggunaan Alat “Kempo Hidrolik” & “Penghalus Biji” yang secara prinsip kerja alat ini dipadukan antara teknologi tepat guna dengan teknolgi pengetahuan lokal di tingkat komunitas desa, dan bagaimana tata cara”Ngemix” antara Kopi dengan Jahe, sehingga ini menjadi kegiatan tambahan bagi komunitas kaum perempuan di lima (5) desa yang merupakan dampingan program konsorsium IPHD/ A, yang berorientasi pelibatan secara aktif untuk kaum perempuan desa dalam ikut membantu meningkatkan ekonomi alternative untuk rumah tangga. (Via)

SHARE

LEAVE A REPLY